Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Bank Aladin Syariah Tanam 1.000 Mangrove di Pulau Pari

Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Bank Aladin Syariah Tanam 1.000 Mangrove di Pulau Pari

Bank Aladin Syariah mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan kebermanfaatan sosial dan lingkungan melalui program pelestarian pesisir

PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) terus memperluas makna pertumbuhan bisnis dengan menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh nasabah, tetapi juga masyarakat dan lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di kawasan pesisir Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9).

Program ini dilaksanakan bersama PT Lindungi Bumi Nusantara (LindungiHutan) dan kelompok tani lokal Forum Peduli Pulau Pari, sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Penanaman mangrove ditujukan untuk membantu mencegah perluasan abrasi, mengurangi resapan air laut ke area pemukiman, serta memulihkan fungsi keanekaragaman hayati di kawasan pesisir.

Head of Corporate Secretary Bank Aladin Syariah, Ratna Wahyuni, mengatakan bahwa keberlanjutan merupakan bagian dari cara Perseroan memaknai pertumbuhan.

“Sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia, Bank Aladin Syariah berkomitmen untuk tumbuh sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan dan kebermanfaatan sosial. Penanaman 1.000 mangrove di Pulau Pari ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi merupakan ikhtiar nyata kami bersama masyarakat lokal untuk membentengi pesisir dari abrasi serta mendukung penurunan emisi karbon nasional.”

Dari Pertumbuhan Bisnis ke Dampak Nyata

Bagi Bank Aladin Syariah, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari kemampuan Perseroan memperkuat kinerja dan memperluas layanan, tetapi juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut dapat menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun serta melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Pencapaian tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk terus mengembangkan bisnis secara prudent sekaligus memperluas kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, Bank Aladin Syariah melihat keberlanjutan bukan sebagai agenda yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari perjalanan pertumbuhan Perseroan. Kapasitas bisnis yang semakin kuat membuka ruang bagi Perseroan untuk menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat lebih luas, termasuk dalam aspek sosial dan lingkungan.

Penanaman mangrove di Pulau Pari menjadi salah satu bentuk konkret dari pendekatan tersebut. Sebanyak 1.000 pohon Rhizophora yang ditanam berpotensi menyerap karbon hingga 118,44 kg CO2eq, sekaligus mendukung upaya menjaga ketahanan kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Pulau Pari.

“Bagi kami, keberlanjutan berarti memastikan bahwa pertumbuhan yang kami bangun hari ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, kami ingin terus mengembangkan berbagai inisiatif yang menghubungkan kekuatan bisnis dengan kebutuhan nyata masyarakat dan lingkungan,” lanjut Ratna.

Menjaga Pesisir sebagai Ruang Hidup Masyarakat

Pemilihan Pulau Pari sebagai lokasi program juga tidak terlepas dari pentingnya ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, keberadaan mangrove turut mendukung habitat berbagai biota pesisir dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Melalui kolaborasi dengan LindungiHutan dan Forum Peduli Pulau Pari, program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi penting karena keberlanjutan ekosistem pesisir tidak hanya membutuhkan intervensi sesaat, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan tersebut.

Bagi Bank Aladin Syariah, kolaborasi dengan masyarakat lokal menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, program CSR tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan dampak yang dapat dirasakan secara lebih nyata dan berkelanjutan.

Inisiatif penanaman mangrove ini juga menjadi bagian dari dukungan Bank Aladin Syariah terhadap prinsip keuangan berkelanjutan, khususnya melalui kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13: Penanganan Perubahan Iklim dan poin 14: Ekosistem Lautan.

Bank Aladin Syariah akan terus mengembangkan bisnis dan layanan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perseroan meyakini bahwa masa depan perbankan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan pertumbuhan, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan nilai dan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat serta lingkungan.

Cuma Pinjam Rekening Boleh Kan?” Eits🖐️, Ini Bahaya Fatalnya!

Cuma Pinjam Rekening Boleh Kan?” Eits🖐️, Ini Bahaya Fatalnya!

Keamanan rekening Bank merupakan tanggung jawab bersama antara pihak penyedia jasa keuangan dan kamu sebagai nasabah. Di tengah tingginya arus transaksi digital, modus kejahatan finansial kian beragam dan menyasar celah kelalaian pengguna. 

Perlu kita pahami, meminjamkan rekening atau membagikan data rahasia (credential) seperti Password, PIN, Kode OTP dan data pribadi lainnya bukan bentuk bantuan melainkan celah fatal yang dapat merugikan diri kamu sendiri.

Yuk Kita Simak Selengkapnya !

 

Risiko meminjamkan Rekening & membagikan Credential, antara lain:

1.Penyalahgunaan

Rekening yang kamu pinjamkan berisiko digunakan sebagai tempat penampungan dana hasil tindakan ilegal atau kejahatan misalnya penipuan, judi online, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

2. Implikasi Hukum

Secara hukum, pemilik rekening adalah pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan rekeningnya. Apabila rekening kamu disalahgunakan dan berdampak hukum, maka kamu selaku pemilik rekening dapat dimintakan pertanggungjawaban atas penggunaan rekening tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

3. Pemblokiran Rekening 

Rekening kamu akan masuk ke dalam daftar hitam (blacklist) Bank, yang membuat kamu kesulitan membuka rekening, mengajukan pinjaman, atau menggunakan layanan Bank di kemudian hari, padahal kamu merasa tidak melakukan kesalahan apapun.

4. Kehilangan Kontrol atas Aset

Membagikan credential (PIN, password, OTP) adalah memberikan akses penuh kepada orang lain untuk menguasai data dan dana yang ada di rekening kamu.

 

Panduan Langkah Menanggulangi & Mencegah

  1. Jaga Kerahasiaan Credential Super Ketat
    • Jangan pernah membagikan PIN, Password, Kode OTP, nomor CVV/CVC kartu debit/kredit, atau data pribadi lainnya kepada siapa pun.
    • Gunakan autentikasi dua faktor (2FA) dan perbaharui PIN/Password secara berkala.
  2. Terapkan Prinsip “Tolak dengan Tegas”
    • Jangan pernah meminjamkan buku tabungan, kartu ATM, atau akun mobile banking kepada siapapun dengan alasan apapun!
    • Tolak tawaran imbalan uang (komisi) dari pihak manapun yang ingin meminjam atau “menyewa” rekening Kamu.
  3. Langkah Darurat Jika Terlanjur Terjadi
    • Hubungi Call Center Resmi Bank: jika kamu merasa data pribadi telah bocor atau rekening dipinjamkan secara mencurigakan, segera minta pemblokiran rekening dan akun mobile banking, melalui email bantu@aladinbank.id atau telepon 021-3980-9888
    • Ganti Seluruh Credential: Segera ubah PIN dan password aplikasi perbankan dari perangkat yang aman.
    • Laporkan ke Pihak Berwajib: Buat laporan kepolisian jika nama dan rekening kamu terindikasi disalahgunakan untuk tindak kejahatan oleh pihak lain.
  •  

 

CEO Bank Aladin Syariah Ungkap Tantangan Digital Banking di Era Kecerdasan Buatan dalam Riau Economic Forum 2026

CEO Bank Aladin Syariah Ungkap Tantangan Digital Banking di Era Kecerdasan Buatan dalam Riau Economic Forum 2026

Sinergi regulator dan industri perbankan menjadi kunci utama membangun intelligent banking yang aman, demi menjaga kepercayaan nasabah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pekanbaru, 31 Agustus 2026 – Arah digital perbankan kini bergerak menuju Intelligent Banking seiring dengan semakin masifnya implementasi Kecerdasan Buatan (AI). Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk, Koko Rachmadi menegaskan hal itu dalam ajang tahunan the 2nd Riau Economic Forum (REF) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau pada Senin, 31 Agustus 2026. 

“Kita optimis terhadap cerahnya masa depan perbankan digital di Indonesia, namun tetap waspada terhadap risikonya, serta terus memperdalam dan menguatkan kolaborasi,” kata Koko. 

Dalam forum REF 2026, Bank Aladin Syariah yang dikenal sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia didaulat menjadi salah satu narasumber. Lewat paparannya yang berjudul “Menata Masa Depan Digital Banking di Indonesia: Menjawab Perkembangan, Tantangan, dan Kebutuhan Ekosistem di Era Baru”,  Koko mengungkapkan sejumlah tantangan dalam proses transisi Intelligent Banking tersebut. Mulai dari maraknya cybercrime (kejahatan siber), fraud (penipuan) & deepfake (pemalsuan digital berbasis AI), privasi data, infrastruktur teknologi, hingga isu literasi dan keberlanjutan model bisnis. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, Koko membagikan insight mengenai solusi yang telah diimplementasikan oleh Bank Aladin Syariah, yaitu dengan menggabungkan kapabilitas perbankan, AI, dan Fraud Intelligence (AI-powered e-KYC dan Fraud Detection System) guna melindungi nasabah. Hal ini dilakukan sejak proses onboarding hingga transaksi harian, serta bertransformasi dari pendekatan product-centric menjadi ecosystem-centric melalui model Open Banking

“Masa depan perbankan digital membutuhkan solusi yang melampaui batas institusi, di mana kolaborasi erat antara regulator dan industri menjadi kunci utama agar inovasi dan regulasi terus berkembang secara beriringan. Di sinilah pentingnya peran untuk mengorkestrasi industri yang terus berinovasi, regulator yang menciptakan ruang aman dan terpercaya, serta nasabah yang memegang kendali atas datanya demi membangun ekosistem perbankan berbasis AI yang terpercaya dan berfokus pada nasabah,” ujar Koko.

Kolaborasi lintas sektor ini, jelas Koko, diperlukan untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang aman dari ancaman cybercrime dan fraud, menjamin privasi data nasabah, serta memperluas jangkauan inklusi keuangan hingga ke seluruh pelosok daerah secara aman dan terpercaya.

Digitalisasi jadi pilar utama

Dengan mengusung tema utama “Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi”, forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan melalui penguatan ekosistem digital. 

Dalam forum tersebut, topik “Prospek Perekonomian dan Akselerasi Digitalisasi Sistem Pembayaran” dibedah secara mendalam sebagai dua fondasi krusial bagi ketahanan ekonomi daerah. Integrasi sistem pembayaran berbasis digital dinilai bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pilar utama dalam menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan inklusi finansial, serta mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau secara menyeluruh di tengah dinamika global dan nasional.

Landasan ekosistem digital yang kuat ini pun selaras dengan capaian kinerja positif dan solid yang terus ditunjukkan oleh Bank Aladin Syariah. Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun, serta melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa pendekatan perbankan digital berbasis syariah dan berfokus pada kekuatan ekosistem mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat, berdaya saing, dan dipercaya oleh masyarakat luas.