Prof. Asrorun Ni’am: Literasi Halal Penting untuk Membentuk Generasi Muda yang Berkualitas

Prof. Asrorun Ni’am: Literasi Halal Penting untuk Membentuk Generasi Muda yang Berkualitas

Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Aladin Syariah, Prof. Asrorun Ni’am, menekankan pentingnya pemahaman halal dan thayyib sejak dini untuk membentuk generasi muda yang cerdas, sehat, dan bermartabat.

Literasi halal memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini perlu dibangun sejak dini, termasuk dalam menentukan pilihan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Aladin Syariah, Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., M.A., menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian adalah kesadaran terhadap pangan yang tidak hanya sehat, tetapi juga memenuhi prinsip halal.

“Masa depan, esok, tergantung anak-anak muda hari ini. Anak-anak muda santri menjadi salah satu tulang punggung di dalam menentukan arah negeri menuju lebih baik atau menjadi lebih buruk. Salah satu elemen terpentingnya adalah concern kita terkait dengan pangan. Bukan hanya sekadar sehat, tetapi juga halal,” ujar Prof. Asrorun Ni’am.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemahaman halal merupakan bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda. Kesadaran ini tidak berhenti pada pemahaman terhadap ketentuan agama, tetapi juga tercermin dalam kebiasaan dan keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.

Halal dan Thayyib sebagai Landasan Generasi Berkualitas

Dalam Islam, konsep halal dan thayyib saling melengkapi dalam memberikan pemahaman mengenai pangan yang baik. Selain memastikan kehalalan suatu produk, aspek thayyib juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kebaikan dan kualitas dari apa yang dikonsumsi.

Menurut Prof. Asrorun Ni’am, membangun generasi berkualitas membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kesadaran hati. Karena itu, literasi halal perlu dikembangkan agar generasi muda mampu memahami sekaligus menerapkan prinsip halal dan thayyib secara konsisten.

“Ada dua komponen yang diperhatikan di dalam Islam. Halalan thayyiban. Generasi Cerdas Akal Dan Hati. Keseimbangan itu harus terus diwujudkan melalui membangun kesadaran, membangun literasi generasi halal dan thayyib, generasi yang peduli terhadap pangan yang halal dan juga thayyib untuk menjadi generasi sehat, kuat, dan juga bermartabat,” tuturnya.

Pemahaman tersebut dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk lebih cermat dalam memilih produk konsumsi. Di tengah beragamnya pilihan makanan dan minuman, generasi muda perlu membiasakan diri memperhatikan informasi produk serta memahami pentingnya jaminan kehalalan.

Kebiasaan ini dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan sekolah. Dengan menjadikan literasi halal sebagai bagian dari keseharian, pelajar diharapkan dapat tumbuh menjadi konsumen yang lebih sadar, kritis, dan bertanggung jawab.

Gen Halal Championship 2026 Dorong Literasi Halal di Kalangan Pelajar

Penguatan literasi halal membutuhkan pendekatan edukasi yang relevan dengan karakter generasi muda. Selain melalui pembelajaran di lingkungan keluarga dan sekolah, kegiatan edukatif yang interaktif juga dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan sekaligus mendorong partisipasi pelajar.

Salah satu inisiatif yang mendukung upaya tersebut adalah Gen Halal Championship 2026 yang diselenggarakan oleh LPPOM. Kompetisi nasional bagi pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat ini menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman mengenai halal sekaligus mengenalkan pentingnya ekosistem halal di Indonesia.

Prof. Asrorun Ni’am mengajak generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun kesadaran halal, dimulai dari lingkungan sekitar, termasuk sekolah dan tempat mereka memperoleh makanan sehari-hari.

“Ayo kontribusikan diri di dalam memastikan seluruh konsumsi bagi anak negeri Halal dan Toyib. Mulai dari membangun literasi, membangun kesadaran di lingkungan terdekat kita. Di sekolah kan, di kantin sekolah kita, di tempat-tempat jajanan di mana kita berada. Dan kamu bisa berpartisipasi melalui kegiatan Gen Halal Championship 2026 yang diselenggarakan oleh LPPOM,” ungkap Prof. Asrorun Ni’am.

Memasuki tahun kedua atau Season 2, Gen Halal Championship 2026 mengusung tema Explore, Compete, Inspire. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang mendorong pelajar memperluas pengetahuan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta memahami penerapan prinsip halal dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan meliputi webinar dan seleksi berjenjang hingga babak grand final yang dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026. Melalui kompetisi tersebut, peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai halal sekaligus mengenali perkembangan dan peluang dalam industri halal nasional.

Inisiatif edukasi seperti ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan literasi halal dengan kehidupan generasi muda. Dengan pemahaman yang memadai, pelajar tidak hanya dapat membuat keputusan konsumsi yang lebih bijak, tetapi juga berpotensi berkontribusi dalam perkembangan ekosistem halal di masa depan.

Halal sebagai Bagian dari Gaya Hidup

Literasi halal juga perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan nyata. Kesadaran terhadap halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan agama, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup yang tercermin dalam pilihan sehari-hari.

Prof. Asrorun Ni’am menegaskan bahwa halal perlu dipandang sebagai nilai yang relevan dengan kehidupan generasi masa kini.

“Halal bukan hanya sekadar urusan syariat, tetapi halal sudah menjadi lifestyle. Nggak keren Anda kalau nggak halal konsumsinya. Halal keren, halal hebat dan halal bermartabat,” tegasnya.

Pesan tersebut mengajak generasi muda untuk menjadikan kesadaran halal sebagai bagian dari perilaku sehari-hari. Pemahaman yang baik diharapkan dapat mendorong mereka untuk lebih kritis dalam memilih produk, sekaligus turut menyebarkan informasi yang tepat mengenai halal kepada lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, literasi halal juga dapat membuka wawasan generasi muda terhadap perkembangan industri halal Indonesia. Pengetahuan mengenai prinsip halal dapat menjadi fondasi untuk memahami berbagai aspek dalam ekosistem tersebut, mulai dari produk yang dikonsumsi hingga proses produksi dan peluang pengembangannya.

Upaya membangun kesadaran ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga, institusi pendidikan, masyarakat, dan pelaku industri. Kolaborasi yang berkelanjutan diperlukan agar literasi halal tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga berkembang menjadi kebiasaan dan kepedulian nyata.

Bagi Bank Aladin Syariah, pemahaman mengenai prinsip syariah merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai yang mendasari keuangan dan kehidupan sesuai prinsip Islam. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut secara lebih luas.

Pada akhirnya, membangun generasi yang memahami halal dan thayyib merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Melalui pendidikan, pembiasaan, dan partisipasi aktif generasi muda, kesadaran halal dapat tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung terbentuknya generasi yang sehat, cerdas, dan bermartabat.

Sumber referensi: LPPOM, “Ketua MUI Asrorun Ni’am: Literasi Halal Jadi Bekal Generasi Muda Masa Depan