Genjot Sektor Riil, Bank Aladin Syariah Salurkan Pembiayaan Rp24,9 Miliar di Business Deal ISEF 2026

Genjot Sektor Riil, Bank Aladin Syariah Salurkan Pembiayaan Rp24,9 Miliar di Business Deal ISEF 2026

Penguatan pembiayaan sektor riil menjadi bagian dari strategi Bank Aladin Syariah dalam memperkuat aktivitas usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Jakarta, 16 Oktober 2026 — PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) menjalin kerja sama pembiayaan dengan tiga perusahaan lewat penandatanganan business deal di ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 pada Jumat, 16 Oktober 2026. Dengan total pembiayaan sebesar Rp24,9 miliar, pembiayaan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan modal kerja ketiga perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan makanan dan minuman dan konstruksi bangunan ritel itu.

Para debitur yang yang menerima pembiayaan tersebut adalah PT Dunia Boga Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan makanan dan minuman. Lalu, PT Hanif Tunggal Mandiri dan PT Dwiyasa Gemilang Abadi yang bergerak di bidang konstruksi bangunan ritel. Adapun pembiayaan modal kerja di sektor konstruksi ditujukan untuk mendukung pengerjaan proyek pembangunan gerai Alfamart oleh PT Hanif Tunggal Mandiri dan gerai Alfamidi oleh PT Dwiyasa Gemilang Abadi, di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Bank Aladin Syariah dalam mendukung program pemerintah untuk membiayai dan memajukan UMKM melalui integrasi ekosistem Alfa Group.

Direktur Bank Aladin Syariah, Jo Anula Putra, mengatakan bahwa dukungan terhadap pelaku usaha merupakan bagian dari peran penting perbankan syariah dalam menghubungkan layanan keuangan dengan kebutuhan nyata dunia usaha.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap pembiayaan yang disalurkan dapat membantu perusahaan mengembangkan usahanya sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang lebih luas. Kolaborasi dalam ekosistem Alfa Group juga menjadi langkah kami untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong UMKM agar terus tumbuh dan berkembang,” ujar Jo. Anula Putra.

Menggerakkan Sektor Riil

Bagi Bank Aladin Syariah, sebut Jo Anula Putra, penyaluran pembiayaan yang mempertimbangkan kapasitas dan kebutuhan usaha merupakan bagian dari upaya membangun bisnis perbankan digital yang sehat dan berkelanjutan. 

Perseroan pun berupaya memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan perluasan akses finansial bagi pelaku usaha, penguatan daya saing pengusaha lokal, dan kontribusi terhadap pemerataan ekonomi melalui pembiayaan sektor riil. 

“Bagi kami, pembiayaan harus berangkat dari kebutuhan nyata pelaku usaha. Kami ingin layanan Bank Aladin Syariah bisa membantu mereka dalam menjaga kelancaran bisnisnya dan memanfaatkan peluang yang ada, dengan tetap memperhatikan kemampuan usaha dan prinsip kehati-hatian,” kata Jo Anula Putra. 

Seperti diketahui, kebutuhan modal kerja menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan mendorong pertumbuhan usaha, mulai dari pengadaan barang dan pengelolaan persediaan hingga pemenuhan kebutuhan operasional dan pelaksanaan proyek. Akses finansial yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dapat membantu pelaku usaha menjaga kelancaran operasional, memperluas kapasitas usaha, serta meningkatkan daya saing di tengah dinamika pasar.

Pada sektor perdagangan makanan minuman, dukungan pembiayaan membantu pelaku usaha dalam mengelola pasokan dan memenuhi permintaan pasar. Sementara itu, pada sektor konstruksi ritel, pembiayaan modal kerja berperan dalam menunjang kebutuhan operasional proyek pembangunan. Dukungan terhadap berbagai sektor usaha ini turut membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk mengembangkan bisnis dan berpartisipasi lebih luas dalam aktivitas ekonomi.

Aktivitas usaha tersebut tentunya terhubung dengan ekosistem ekonomi yang lebih luas. Kelancaran pemenuhan pasokan membantu menjaga ketersediaan barang di pasar, sedangkan proyek konstruksi melibatkan berbagai kebutuhan material, jasa, dan tenaga kerja. Dengan memperluas akses finansial bagi pelaku usaha yang memiliki kebutuhan dan kapasitas pembiayaan yang sesuai, perbankan dapat turut mendorong pemerataan ekonomi melalui penguatan kegiatan produktif di berbagai sektor.

Memperkuat Ekosistem Syariah

Penandatanganan business deal dalam ISEF 2026 juga mencerminkan pentingnya sinergi antara lembaga keuangan syariah dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah. ISEF tahun ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Jo Anula Putra meyakini, ketika bank dan pelaku usaha di ekosistem syariah bisa tumbuh bersama, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masing-masing perusahaan, tetapi juga oleh pihak-pihak lain yang terlibat dalam kegiatan usahanya.

Ke depan, Bank Aladin Syariah akan terus mengembangkan layanan dan solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha sektor riil untuk mendukung aktivitas ekonomi produktif. Melalui sinergi dengan pelaku usaha, Perseroan berupaya memperkuat fondasi bisnis yang sehat sekaligus memperluas kontribusi perbankan syariah digital bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan..

Bank Aladin Syariah Perkuat Sinergi dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah

Bank Aladin Syariah Perkuat Sinergi dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah semakin memperluas sinergi antarbank untuk mendukung pengelolaan likuiditas dan pendalaman pasar keuangan syariah.

Jakarta, 16 Oktober 2026 — PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) memperkuat langkah strategis dalam pengelolaan likuiditas melalui penandatanganan perjanjian transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SIPA). Sinergi ini dilakukan bersama Bank Syariah Indonesia, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah.

Kerja sama tersebut diumumkan dalam rangkaian ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Kehadiran skema SIPA ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat pengelolaan likuiditas dan mengembangkan aktivitas Treasury.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, bersama Treasury & Global Market Group Head BSI Kemal Aditya, Direktur OCBC Syariah Andrae Krishnawan W, dan Direktur Maybank Syariah Romy H Buchari.

Sesuai kesepakatan, nantinya transaksi SIPA Bank Aladin Syariah dengan BSI akan menggunakan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD), sedangkan transaksi dengan OCBC Syariah dan Maybank Syariah akan menggunakan Rupiah (IDR).

“Melalui kerja sama ini, Bank Aladin Syariah memperluas jaringan transaksi antarbank sekaligus menambah alternatif dalam mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari pengembangan aktivitas Treasury Perseroan untuk mendukung pengelolaan dana yang lebih fleksibel dengan tetap memperhatikan prinsip syariah, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian,” kata Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi.

Koko menegaskan bahwa penguatan kapabilitas pengelolaan likuiditas merupakan bagian penting dalam membangun bisnis perbankan yang sehat, terutama bagi bank yang terus mengembangkan layanan berbasis digital.

“Pertumbuhan perlu diiringi dengan pengelolaan likuiditas dan risiko yang prudent. Melalui kerja sama SIPA ini, kami memperluas pilihan dalam mengelola likuiditas sekaligus memperkuat sinergi dengan bank syariah lainnya. Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan perlu dibangun di atas pengelolaan bisnis yang hati-hati dan terarah, agar kami dapat terus memberikan layanan yang terbaik serta menjaga kepercayaan nasabah,” ujar Koko.

Memperkuat Fondasi 

SIPA merupakan instrumen transaksi antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Melalui kerja sama dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah, Bank Aladin Syariah memperluas jaringan mitra transaksi sekaligus membuka alternatif pengelolaan likuiditas dalam dua mata uang, yaitu Rupiah dan Dolar Amerika Serikat. Transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan para pihak, termasuk nilai, mata uang, jangka waktu, serta imbal hasil atau ujrah sesuai struktur akad dan ketentuan yang berlaku.

Kerja sama ini melanjutkan langkah Bank Aladin Syariah dalam memperluas sinergi antarbank melalui instrumen SiPA, setelah sebelumnya menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Nasional (BSN) dan BCA Syariah pada April 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat pengelolaan likuiditas yang terukur melalui pemanfaatan instrumen pasar uang syariah, guna mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami terus mengembangkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas untuk mendukung kebutuhan bisnis. Dengan demikian, pertumbuhan Bank Aladin Syariah tidak hanya berorientasi pada skala, tetapi juga pada ketahanan dan keberlanjutan bisnis serta kualitas layanan bagi nasabah,” ujar Koko.

Tumbuh Berkelanjutan

Kerja sama SIPA ini sejalan dengan tema ISEF 2026, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Kolaborasi antarbank melalui instrumen pasar uang syariah berperan dalam memperluas aktivitas transaksi dan mendukung pengelolaan likuiditas, sehingga turut memperkuat infrastruktur pasar keuangan syariah di Indonesia.

Bagi Bank Aladin Syariah, penguatan kapabilitas Treasury berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis Perseroan. Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun dan menjangkau lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Melalui pengelolaan likuiditas yang terukur dan kolaborasi strategis dengan pelaku industri, Bank Aladin Syariah berkomitmen memperkuat fondasi bisnis sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekosistem keuangan syariah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

⚠️JANGAN SAMPAI KLIK, MALAH PANIK! 😫

⚠️JANGAN SAMPAI KLIK, MALAH PANIK! 😫

Di tengah aktivitas digital yang makin praktis, penipuan bisa datang lewat link, pesan, atau permintaan data yang terlihat meyakinkan. Yuk, lebih waspada dengan 3 langkah sederhana berikut!

  1. Jangan sembarang klik link atau instal aplikasi
    Hindari link dan aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Pastikan sumbernya resmi sebelum membuka link atau mengunduh aplikasi.
  2. Rahasiakan PIN, OTP, password, dan data pribadimu
    Jangan pernah membagikan informasi rahasia perbankan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank atau suatu instansi
  3. Jangan terpancing pesan yang mendesak atau bikin panik
    Pesan yang mengancam, menjanjikan sesuatu, atau meminta tindakan segera bisa menjadi modus penipuan. Tetap tenang dan lakukan verifikasi melalui kanal resmi.

 

Call Center Bank Aladin Syariah : 021 3980 9888

Email : bantu@aladinbank.id

 

Ingat, jangan buru-buru percaya dan jangan bertindak karena panik. Selalu periksa sebelum meng-klik, menjaga kerahasiaan data, dan memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi.

Tetap waspada, karena satu keputusan yang terburu-buru bisa berdampak pada keamanan rekening dan dana Anda.

#JagaDanaKamu

Bank Aladin Syariah Raih Penghargaan TASPEN atas Kinerja Pembayaran Pensiun Terbaik

Bank Aladin Syariah Raih Penghargaan TASPEN atas Kinerja Pembayaran Pensiun Terbaik

Penghargaan dari PT TASPEN (Persero) ini menjadi  wujud apresiasi atas kinerja Bank Aladin Syariah dalam mendukung pembayaran pensiun, sejalan dengan upaya membangun bisnis perbankan digital yang sehat dan berkelanjutan.

PT Bank Aladin Syariah Tbk berhasil meraih penghargaani Kinerja Pembayaran Pensiun PT TASPEN (Persero) Terbaik I Kategori Kecil karena keandalannya dalam mendukung pelaksanaan pembayaran pensiun. Penghargaan tersebut diterima oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026. 

Penyerahan penghargaan dilakukan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Mitra Pembayaran Pensiun dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan TASPEN di Aula Gedung Yusuf Anwar, Kemenkeu.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga kualitas layanan dan memastikan proses operasional berjalan dengan baik,” ujar Koko Rachmadi.

Di tahun kelimanya sebagai bank syariah digital, kata Koko, Bank Aladin Syariah terus tumbuh berkelanjutan dengan menghadirkan layanan yang andal dan relevan dengan kebutuhan nasabah. Kualitas layanan dan keandalan operasional itulah yang menjadi faktor penting agar para nasabah pensiunan dapat mengelola keuangan dengan lebih tenang dan terencana. 

“Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan nasabah mendapatkan layanan yang andal dan konsisten. Dalam pembayaran pensiun, kelancaran layanan sangat berarti karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari nasabah,” ucap Koko.

Dari sisi kinerja bisnis, hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun dan menjangkau lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Capaian ini menjadi bagian dari perjalanan Perseroan dalam mengembangkan layanan perbankan syariah digital dengan tetap memperhatikan kesehatan bisnis dan kualitas operasional.

Seiring dengan perkembangan bisnis, Bank Aladin Syariah terus memperkuat kapabilitas operasional untuk memastikan layanan dapat memenuhi kebutuhan nasabah secara konsisten. Upaya ini menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam membangun bisnis perbankan syariah digital yang tidak hanya bertumbuh, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat untuk jangka panjang.

Ke depan, Bank Aladin Syariah akan terus meningkatkan pelaksanaan layanan pembayaran pensiun melalui penguatan proses operasional dan kolaborasi dengan para mitra. Dengan demikian, Perseroan dapat menjaga kualitas layanan sekaligus memperluas kontribusi perbankan digital dalam mendukung kebutuhan finansial masyarakat.

Transfer itu 1 kali klik. 🚨 STOP! Jangan asal klik atau uangmu gak balik!

Transfer itu 1 kali klik. 🚨 STOP! Jangan asal klik atau uangmu gak balik!

Pernah dihubungi oknum yang mengaku dari pihak Bank dan diminta untuk melakukan transfer sejumlah dana?

Alasannya untuk verifikasi, aktivasi, pengamanan rekening, biaya, hadiah, refund, atau apa pun itu — jangan langsung transfer ya!

Modus ini sedang marak terjadi, tujuannya untuk mengelabui calon korban menggunakan akun palsu maupun nomor telepon yang tidak resmi demi memperoleh informasi pribadi, data maupun dana nasabah. Karena itu, penting bagi Kamu untuk mengenali ciri-ciri modus penipuannya! 

 

Berikut adalah cara-cara yang biasa dilakukan penipu untuk mengelabui kamu:

  1. Menghubungi melalui Nomor Pribadi, bukan akun resmi dan menggunakan foto profil Bank
  2. Meminta Transfer ke Rekening Atas Nama Perorangan 💰 
  3. Menggunakan Modus “Uang Imbalan” atau “Biaya Pelicin” untuk mempercepat / membantu proses
  4. Menciptakan Suasana Panik atau Terburu-buru 
  5. Meminta data pribadi kamu seperti OTP, PIN, Password🔑

Jika Kamu Menemukan Ciri Ini: 

  1. Langsung tolak permintaan atau tutup telepon
  2. Jangan transfer atau berikan data pribadi apapun
  3. Konfirmasi ke kanal resmi Bank. Hubungi nomor kanal resmi Bank Aladin Syariah sebagai berikut : 

 

Ingat Ya!

Bank tidak pernah meminta kamu transfer dana ke rekening pribadi/perorangan atau rekening yang bukan atas nama kamu sendiri.

👀 Cek nama rekeningnya
🔍 Pastikan tujuannya
💸 Baru transfer kalau sudah yakin

Jangan sampai buru-buru, malah rugi.

 

👉 CEK DULU. BARU TRANSFER.

#JagaDanaKamu

Publik Kembali Memilih Bank Aladin Syariah Sebagai Brand Terpercaya dan Populer Kategori Bank Syariah

Publik Kembali Memilih Bank Aladin Syariah Sebagai Brand Terpercaya dan Populer Kategori Bank Syariah

Penghargaan Disway Awards 2026 diberikan dari hasil riset terhadap 20.000 responden di 20 kota di Indonesia. Prestasi ini semakin memperkuat perjalanan Bank Aladin Syariah dalam membangun kepercayaan dan reputasi brand selama lima tahun kehadirannya

PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) kembali meraih penghargaan Trusted & Popular Brand 2026 untuk kategori Bank Syariah dalam ajang Disway Awards 2026. Penghargaan ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan, dan kepercayaan publik terhadap brand dan layanan perbankan syariah digital secara berkelanjutan.

Sebelumnya, penghargaan pada kategori sama telah didapatkan oleh Bank Aladin Syariah pada 2025 lalu. Capaian selama dua tahun berturut-turut ini menegaskan konsistensi Bank Aladin Syariah dalam menjaga reputasi brand dan mempertahankan kepercayaan publik. 

Head of Corporate Secretary Bank Aladin Syariah, Ratna Wahyuni, mengatakan kepercayaan publik merupakan bagian penting dari perjalanan Bank Aladin Syariah sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya soal popularitas brand, tetapi tentang kepercayaan yang dibangun dari pengalaman nasabah dalam menggunakan layanan Bank Aladin Syariah. Karena itu, penghargaan ini merupakan amanah untuk kami terus menjaga kualitas layanan serta memastikan apa yang kami hadirkan tetap relevan dengan kebutuhan nasabah,” ujar Ratna.

Disway Awards 2026 melakukan penilaian lewat riset dan survei publik yang melibatkan 20.000 responden di 20 kota besar di Indonesia berusia 17–60 tahun dengan metode multistage area random sampling. Salah satu parameter yang digunakan adalah top of mind awareness, yaitu merek yang pertama kali dipikirkan responden ketika kategori produk ditanyakan. 

Ajang penghargaan ini diinisiasi oleh jaringan media Disway Group untuk memberikan apresiasi kepada brand dan perusahaan yang dinilai memiliki tingkat kepercayaan dan popularitas yang kuat di mata publik. 

Menjaga Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan

Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun dan telah melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Pertumbuhan ini menjadi bagian dari perjalanan Perseroan selama lima tahun terakhir dalam membangun bisnis perbankan syariah digital yang semakin kuat sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Ratna mengatakan, bertumbuhnya skala bisnis pasti juga membawa tanggung jawab untuk memastikan pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya kualitas layanan dan manfaat untuk nasabah. Karena itu, Perseroan terus mengembangkan produk, layanan, dan ekosistem melalui berbagai kemitraan strategis, salah satunya dengan Alfa Group dalam menghadirkan akses layanan perbankan syariah melalui lebih dari 25.000 gerai Alfa Group. 

Langkah strategis ini merupakan upaya Perseroan untuk mendekatkan layanan perbankan syariah dengan kebutuhan masyarakat serta menghadirkan akses yang semakin mudah. Hal tersebut sejalan dengan semangat Disway Awards yang menempatkan reputasi sebagai bagian penting dari penghargaan. Founder Disway, Dahlan Iskan, menekankan bahwa penerima penghargaan ini memiliki amanah untuk menjaga kualitas dan reputasi setelah menerima apresiasi tersebut.

“Reputasi dibangun dari hal-hal yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya dalam satu malam saja. Di tengah pertumbuhan yang terus kami dorong, menjaga kepercayaan nasabah jadi bagian penting. Semakin besar kepercayaan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaganya. Penghargaan ini akan jadi pengingat kami untuk terus bertumbuh tanpa kehilangan prinsip yang menjadi fondasi kami,” lanjut Ratna.

Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026 menjadi apresiasi bagi Bank Aladin Syariah dalam perjalanan membangun brand dan layanan perbankan syariah digital. Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat kualitas layanan, mengembangkan inovasi, dan membangun ekosistem yang dapat memberikan pengalaman perbankan yang semakin relevan bagi nasabah.

Kinerja Solid, Bank Aladin Syariah Raih Predikat Terbaik di Sektor Keuangan Papan Pengembangan IDX

Kinerja Solid, Bank Aladin Syariah Raih Predikat Terbaik di Sektor Keuangan Papan Pengembangan IDX

Penghargaan dari EmitenNews ini merupakan bentuk pengakuan dan dukungan pada Bank Aladin Syariah sebagai salah satu emiten perbankan dengan fundamental bisnis kuat, bereputasi baik, dan prospektif  dalam mengembangkan skala layanan perbankan syariah digital yang semakin luas.

PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) kembali mencatatkan pencapaian gemilang di tahun 2026 ini, setelah dinobatkan sebagai Best Financials Sector – IDX Development Board dalam ajang EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026. Penghargaan ini diberikan karena kinerja dan komitmen Perseroan sebagai perusahaan tercatat, khususnya dalam aspek kinerja keuangan dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Head of Growth Marketing Bank Aladin Syariah, Dwiyoga Kartiko Utomo, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya Perseroan dalam membangun bisnis yang terus berkembang dengan tetap memperhatikan fundamental perusahaan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya Bank Aladin Syariah dalam memperluas akses terhadap layanan perbankan syariah melalui digitalisasi, dengan tetap menjaga fundamental perusahaan. Sebagai perusahaan terbuka, kami melihat pertumbuhan bukan hanya dari sisi ekspansi bisnis, tetapi juga dari kemampuan menjaga kepercayaan seluruh stakeholder, memperkuat tata kelola, dan membangun fondasi yang sehat untuk jangka panjang,” ujar Dwiyoga.

Bank Aladin Syariah, sebut Dwiyoga, akan terus memperkuat fondasi bisnis seiring dengan perkembangan skala Perseroan. Upaya tersebut mencakup pengelolaan bisnis yang prudent, penguatan tata kelola, pengembangan ekosistem, serta investasi pada kapabilitas digital untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun dan lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Skala bisnis tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk terus mengembangkan kapasitas bisnis sekaligus memperluas kontribusinya di industri perbankan syariah digital.

Skala bisnis yang semakin besar juga memberikan ruang bagi Bank Aladin Syariah untuk memperluas kontribusi melalui pengembangan produk, layanan, dan ekosistem yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat. Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jaringan mitra seperti Alfa Group, melalui lebih dari 25.000 gerai Alfa Group, Perseroan terus menghadirkan layanan perbankan yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan finansial sehari-hari.

Dwiyoga menambahkan, pertumbuhan bisnis perlu dibangun dengan perspektif jangka panjang agar dapat menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi berbagai pemangku kepentingan.

“Bagi kami, bisnis yang sehat adalah bisnis yang mampu menciptakan nilai dalam jangka panjang. Nilai tersebut kami wujudkan melalui layanan yang semakin relevan dan mudah diakses bagi nasabah, ekosistem yang semakin kuat bersama mitra, serta bisnis yang memiliki fundamental yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada bagaimana bisnis bertumbuh, tetapi juga bagaimana pertumbuhan tersebut dibangun melalui tata kelola yang baik, inovasi yang relevan, dan hubungan yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan,” lanjut Dwiyoga.

Hanya emiten terpilih

EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026 merupakan ajang penghargaan bagi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) dengan kinerja terbaik yang diberikan oleh Emitennews.com bersama perusahaan penasihat investasi berlisensi Pasardana.id. 

Sebanyak 48 emiten dari 11 sektor BEI terpilih setelah melalui seleksi ketat dengan empat parameter. Pertama, emiten tercatat di BEI pada Papan Utama dan Papan Pengembangan. Kedua, emiten telah merilis laporan keuangan tahunan 2025. Ketiga, emiten telah memenuhi kewajiban jumlah saham free float dan jumlah pemegang saham merujuk pada data yang dirilis BEI. Keempat, emiten tidak masuk dalam list kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC).

Dalam proses penilaiannya, EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026 menggunakan sejumlah variabel, yaitu public shares, investor interest, dividend contribution, reputation, dan financial performance. Berdasarkan variabel tersebut, PT Bank Aladin Syariah Tbk berhasil mengungguli emiten lain pada kategori sektor keuangan bank dan papan pengembangan, sehingga dinobatkan sebagai yang terbaik

Dwiyoga mengatakan, penghargaan Best Financials Sector – IDX Development Board menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap perjalanan Bank Aladin Syariah dalam memperkuat bisnis sebagai bank syariah digital. Ke depan, Perseroan akan terus berfokus pada penguatan fundamental, pengembangan ekosistem, inovasi digital, serta tata kelola untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.