Bank Aladin Syariah Gandeng Rintis Sejahtera, Perluas Akses Transaksi Digital melalui Jaringan PRIMA

Bank Aladin Syariah Gandeng Rintis Sejahtera, Perluas Akses Transaksi Digital melalui Jaringan PRIMA

Seiring meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat Indonesia di era digital, langkah ini membuka peluang bagi Bank Aladin Syariah untuk menghadirkan inovasi produk dan layanan digital yang semakin selaras dengan kebutuhan nasabah.

PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) dan PT Rintis Sejahtera resmi menjalin kerja sama untuk memperluas akses layanan perbankan syariah digital bagi nasabah melalui Jaringan PRIMA. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas layanan transaksi digital sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan syariah digital yang semakin mudah dan relevan bagi kebutuhan nasabah saat ini.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, bersama Direktur Operasional PT Rintis Sejahtera, Cosmas Setiawan Suwono, di rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 pada Kamis, 24 September 2026 lalu.

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, mengatakan kerja sama teranyar dengan PT Rintis Sejahtera merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.

“Bagi kami, yang paling penting dari kerja sama dengan Rintis Sejahtera adalah manfaat yang bisa langsung dirasakan nasabah. Dengan terhubung ke jaringan PRIMA, akses transaksi menjadi lebih luas dan nasabah punya lebih banyak kemudahan dalam menggunakan layanan perbankan syariah digital, di lebih banyak titik,” ujar Koko.

 

 

Sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia, Bank Aladin Syariah terus mengembangkan ekosistem layanan yang menghubungkan kebutuhan finansial masyarakat dengan kapabilitas digital. Penguatan konektivitas melalui Jaringan PRIMA menjadi bagian dari upaya tersebut, sekaligus membuka peluang besar bagi Perseroan untuk menghadirkan pengembangan layanan baru yang dapat menjawab kebutuhan transaksi nasabah secara lebih luas.

Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun dan jumlah nasabah terdaftar telah melampaui 3,9 juta. Pertumbuhan skala tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk terus memperkuat kapabilitas operasional dan teknologi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada nasabah.

Perkuat kolaborasi

Bagi Bank Aladin Syariah, penguatan bisnis dan layanan perlu berjalan secara beriringan. Koko menegaskan, skala bisnis yang semakin besar memberikan kapasitas bagi Perseroan untuk berinvestasi pada pengembangan teknologi, memperluas konektivitas, serta membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. 

Dengan kapabilitas yang semakin kuat di tahun kelimanya, Bank Aladin Syariah terus mencoba menerjemahkan pertumbuhan bisnis menjadi manfaat yang lebih nyata melalui layanan yang semakin mudah diakses, terhubung, dan relevan bagi nasabah.

“Kolaborasi dalam ekosistem digital menjadi strategi penting bagi kami untuk memperluas akses nasabah. Sebelumnya, kami telah berkolaborasi dengan Alfa Group yang memiliki lebih dari 25.000 gerai yang tersebar di pelosok Indonesia, dan melalui kerja sama dengan Rintis Sejahtera ini, kami kembali memperluas akses transaksi melalui Jaringan PRIMA. Harapannya sederhana, nasabah punya akses yang semakin luas ketika menggunakan layanan perbankan Aladin,” lanjut Koko.

Menurut Koko, kerja sama dengan PT Rintis Sejahtera makin memperkuat komitmen Bank Aladin Syariah untuk membangun bisnis yang tumbuh secara berkelanjutan melalui penguatan fundamental, kolaborasi strategis, dan pengembangan kapabilitas digital. 

“Perseroan meyakini bahwa pertumbuhan yang sehat pada akhirnya bukan hanya tercermin dari kinerja bisnis, tetapi juga dari semakin luasnya manfaat yang dapat diberikan kepada nasabah dan masyarakat,” pungkas Koko.

Bank Aladin Syariah Kembali Raih “Best Digital Offering Indonesia” di IFN Best Bank Poll 2025

Bank Aladin Syariah Kembali Raih “Best Digital Offering Indonesia” di IFN Best Bank Poll 2025

Penghargaan “Best Islamic Digital Offering by a Bank in Indonesia”  untuk kedua kalinya ini menjadi pengakuan dunia atas upaya Bank Aladin Syariah dalam menghadirkan layanan syariah digital yang inovatif, relevan, dan memberikan nilai bagi masyarakat.

PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) kembali mencatatkan pencapaian di tingkat internasional dengan meraih penghargaan “Best Islamic Digital Offering by a Bank in Indonesia” dalam ajang IFN Best Bank Poll 2025 dari Islamic Finance News (IFN). Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Bank Aladin Syariah Arief Satrio Putra dalam IFN Dubai Awards Ceremony di Palazzo Versace, Dubai, pada 22 September 2026.

Lewat penghargaan ini, masyarakat dunia mengapresiasi kiprah Bank Aladin Syariah sebagai pelopor bank syariah digital murni pertama di Indonesia yang sukses melakukan penetrasi inklusi keuangan syariah secara digital. Sebelumnya, Bank Aladin Syariah juga meraih penghargaan pada kategori yang sama di tahun 2024. 

“Penghargaan ini kami maknai sebagai kepercayaan untuk terus menghadirkan layanan perbankan syariah digital yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Bagi kami, inovasi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat memperluas akses, membuat layanan syariah semakin mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari, serta memberikan manfaat yang nyata bagi nasabah,” kata Arief Satrio Putra.

IFN Best Banks Poll merupakan penghargaan tahunan yang memberikan pengakuan terhadap penyedia layanan keuangan syariah di berbagai pasar dan sektor berdasarkan pilihan pembaca Islamic Finance News, yang berasal dari komunitas industri keuangan syariah global. Islamic Finance News, yang merupakan bagian dari REDmoney Group, dikenal sebagai salah satu penyedia berita, informasi, dan analisis terkemuka di industri keuangan syariah global. 

Berikan manfaat nyata

Di tengah perkembangan industri keuangan yang semakin digital, Arief mengatakan, Bank Aladin Syariah terus memperkuat kapabilitas digital sekaligus membangun ekosistem layanan yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat.

“Hingga Kuartal II 2026, kami telah melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Skala ini merupakan peluang sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus memperluas akses dan menghadirkan layanan keuangan syariah yang semakin mudah dijangkau, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata dalam perjalanan finansial mereka,” ujar Arief.

Bagi Bank Aladin Syariah, semakin besar skala bisnis yang dibangun, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan pertumbuhan tersebut memberikan manfaat yang nyata bagi nasabah dan masyarakat.

Dekatkan syariah dengan digitalisasi

Sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia, Bank Aladin Syariah yang tidak hanya berfokus pada kanal digital, tetapi juga menghubungkan layanan perbankan berbasis syariah dengan ekosistem dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Melalui aplikasi Bank Aladin Syariah, nasabah dapat mengakses berbagai kebutuhan perbankan dan transaksi secara digital, termasuk tabungan untuk tujuan finansial melalui Ala Impian, deposito melalui Ala Deposito, tabungan umrah, tabungan qurban, pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan paket data, donasi, pengisian e-wallet, dan kebutuhan transaksi lainnya. 

Lebih dari itu, Bank Aladin Syariah turut mendorong inklusi keuangan syariah melalui layanan Bank as a Service (BaaS) yang memungkinkan kapabilitas perbankan dan layanan keuangan syariah diintegrasikan ke dalam ekosistem dan platform digital mitra strategis.

Pengembangan ekosistem juga diperkuat melalui jaringan mitra strategis yaitu Alfa Group yang memungkinkan layanan perbankan syariah hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui lebih dari 25.000 gerai Alfa Group di seluruh Indonesia. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Aladin Syariah untuk menghubungkan kapabilitas digital dengan akses fisik di penjuru pelosok Indonesia, sehingga layanan keuangan syariah dapat menjangkau masyarakat dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas harian mereka.

Bagi Bank Aladin Syariah, perluasan akses tersebut menjadi bagian penting dari bagaimana pertumbuhan bisnis diterjemahkan menjadi manfaat yang lebih nyata. Semakin luas ekosistem yang dibangun, semakin besar pula ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mengakses, dan menggunakan layanan keuangan syariah dengan lebih mudah.

Pertumbuhan jangka panjang

Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun dan melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Bank Aladin Syariah dalam membangun skala bisnis sekaligus memperkuat fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang. Bagi Perseroan, pertumbuhan digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas layanan, inovasi, kepatuhan terhadap prinsip syariah, serta kemampuan untuk menciptakan nilai bagi nasabah dan masyarakat.

Arief mengatakan, raihan penghargaan “Best Islamic Digital Offering by a Bank in Indonesia” dari IFN selama dua tahun berturut-turut telah memperkuat posisi Bank Aladin Syariah dalam industri perbankan syariah digital, sekaligus menjadi dorongan untuk terus mengembangkan layanan yang menggabungkan teknologi, prinsip syariah, dan kebutuhan masyarakat.

“Bagi kami, penghargaan ini menjadi kepercayaan untuk terus berkembang dan menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem perbankan syariah digital yang semakin mudah diakses, terhubung dengan aktivitas sehari-hari, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi nasabah serta masyarakat,” tutup Arief.

Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Bank Aladin Syariah Tanam 1.000 Mangrove di Pulau Pari

Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Bank Aladin Syariah Tanam 1.000 Mangrove di Pulau Pari

Bank Aladin Syariah mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan kebermanfaatan sosial dan lingkungan melalui program pelestarian pesisir

PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) terus memperluas makna pertumbuhan bisnis dengan menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh nasabah, tetapi juga masyarakat dan lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di kawasan pesisir Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9).

Program ini dilaksanakan bersama PT Lindungi Bumi Nusantara (LindungiHutan) dan kelompok tani lokal Forum Peduli Pulau Pari, sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Penanaman mangrove ditujukan untuk membantu mencegah perluasan abrasi, mengurangi resapan air laut ke area pemukiman, serta memulihkan fungsi keanekaragaman hayati di kawasan pesisir.

Head of Corporate Secretary Bank Aladin Syariah, Ratna Wahyuni, mengatakan bahwa keberlanjutan merupakan bagian dari cara Perseroan memaknai pertumbuhan.

“Sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia, Bank Aladin Syariah berkomitmen untuk tumbuh sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan dan kebermanfaatan sosial. Penanaman 1.000 mangrove di Pulau Pari ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi merupakan ikhtiar nyata kami bersama masyarakat lokal untuk membentengi pesisir dari abrasi serta mendukung penurunan emisi karbon nasional.”

Dari Pertumbuhan Bisnis ke Dampak Nyata

Bagi Bank Aladin Syariah, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari kemampuan Perseroan memperkuat kinerja dan memperluas layanan, tetapi juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut dapat menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun serta melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Pencapaian tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk terus mengembangkan bisnis secara prudent sekaligus memperluas kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, Bank Aladin Syariah melihat keberlanjutan bukan sebagai agenda yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari perjalanan pertumbuhan Perseroan. Kapasitas bisnis yang semakin kuat membuka ruang bagi Perseroan untuk menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat lebih luas, termasuk dalam aspek sosial dan lingkungan.

Penanaman mangrove di Pulau Pari menjadi salah satu bentuk konkret dari pendekatan tersebut. Sebanyak 1.000 pohon Rhizophora yang ditanam berpotensi menyerap karbon hingga 118,44 kg CO2eq, sekaligus mendukung upaya menjaga ketahanan kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Pulau Pari.

“Bagi kami, keberlanjutan berarti memastikan bahwa pertumbuhan yang kami bangun hari ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, kami ingin terus mengembangkan berbagai inisiatif yang menghubungkan kekuatan bisnis dengan kebutuhan nyata masyarakat dan lingkungan,” lanjut Ratna.

Menjaga Pesisir sebagai Ruang Hidup Masyarakat

Pemilihan Pulau Pari sebagai lokasi program juga tidak terlepas dari pentingnya ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, keberadaan mangrove turut mendukung habitat berbagai biota pesisir dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Melalui kolaborasi dengan LindungiHutan dan Forum Peduli Pulau Pari, program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi penting karena keberlanjutan ekosistem pesisir tidak hanya membutuhkan intervensi sesaat, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan tersebut.

Bagi Bank Aladin Syariah, kolaborasi dengan masyarakat lokal menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, program CSR tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan dampak yang dapat dirasakan secara lebih nyata dan berkelanjutan.

Inisiatif penanaman mangrove ini juga menjadi bagian dari dukungan Bank Aladin Syariah terhadap prinsip keuangan berkelanjutan, khususnya melalui kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13: Penanganan Perubahan Iklim dan poin 14: Ekosistem Lautan.

Bank Aladin Syariah akan terus mengembangkan bisnis dan layanan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perseroan meyakini bahwa masa depan perbankan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan pertumbuhan, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan nilai dan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat serta lingkungan.

Cuma Pinjam Rekening Boleh Kan?” Eits🖐️, Ini Bahaya Fatalnya!

Cuma Pinjam Rekening Boleh Kan?” Eits🖐️, Ini Bahaya Fatalnya!

Keamanan rekening Bank merupakan tanggung jawab bersama antara pihak penyedia jasa keuangan dan kamu sebagai nasabah. Di tengah tingginya arus transaksi digital, modus kejahatan finansial kian beragam dan menyasar celah kelalaian pengguna. 

Perlu kita pahami, meminjamkan rekening atau membagikan data rahasia (credential) seperti Password, PIN, Kode OTP dan data pribadi lainnya bukan bentuk bantuan melainkan celah fatal yang dapat merugikan diri kamu sendiri.

Yuk Kita Simak Selengkapnya !

 

Risiko meminjamkan Rekening & membagikan Credential, antara lain:

1.Penyalahgunaan

Rekening yang kamu pinjamkan berisiko digunakan sebagai tempat penampungan dana hasil tindakan ilegal atau kejahatan misalnya penipuan, judi online, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

2. Implikasi Hukum

Secara hukum, pemilik rekening adalah pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan rekeningnya. Apabila rekening kamu disalahgunakan dan berdampak hukum, maka kamu selaku pemilik rekening dapat dimintakan pertanggungjawaban atas penggunaan rekening tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

3. Pemblokiran Rekening 

Rekening kamu akan masuk ke dalam daftar hitam (blacklist) Bank, yang membuat kamu kesulitan membuka rekening, mengajukan pinjaman, atau menggunakan layanan Bank di kemudian hari, padahal kamu merasa tidak melakukan kesalahan apapun.

4. Kehilangan Kontrol atas Aset

Membagikan credential (PIN, password, OTP) adalah memberikan akses penuh kepada orang lain untuk menguasai data dan dana yang ada di rekening kamu.

 

Panduan Langkah Menanggulangi & Mencegah

  1. Jaga Kerahasiaan Credential Super Ketat
    • Jangan pernah membagikan PIN, Password, Kode OTP, nomor CVV/CVC kartu debit/kredit, atau data pribadi lainnya kepada siapa pun.
    • Gunakan autentikasi dua faktor (2FA) dan perbaharui PIN/Password secara berkala.
  2. Terapkan Prinsip “Tolak dengan Tegas”
    • Jangan pernah meminjamkan buku tabungan, kartu ATM, atau akun mobile banking kepada siapapun dengan alasan apapun!
    • Tolak tawaran imbalan uang (komisi) dari pihak manapun yang ingin meminjam atau “menyewa” rekening Kamu.
  3. Langkah Darurat Jika Terlanjur Terjadi
    • Hubungi Call Center Resmi Bank: jika kamu merasa data pribadi telah bocor atau rekening dipinjamkan secara mencurigakan, segera minta pemblokiran rekening dan akun mobile banking, melalui email bantu@aladinbank.id atau telepon 021-3980-9888
    • Ganti Seluruh Credential: Segera ubah PIN dan password aplikasi perbankan dari perangkat yang aman.
    • Laporkan ke Pihak Berwajib: Buat laporan kepolisian jika nama dan rekening kamu terindikasi disalahgunakan untuk tindak kejahatan oleh pihak lain.
  •  

 

CEO Bank Aladin Syariah Ungkap Tantangan Digital Banking di Era Kecerdasan Buatan dalam Riau Economic Forum 2026

CEO Bank Aladin Syariah Ungkap Tantangan Digital Banking di Era Kecerdasan Buatan dalam Riau Economic Forum 2026

Sinergi regulator dan industri perbankan menjadi kunci utama membangun intelligent banking yang aman, demi menjaga kepercayaan nasabah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pekanbaru, 31 Agustus 2026 – Arah digital perbankan kini bergerak menuju Intelligent Banking seiring dengan semakin masifnya implementasi Kecerdasan Buatan (AI). Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk, Koko Rachmadi menegaskan hal itu dalam ajang tahunan the 2nd Riau Economic Forum (REF) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau pada Senin, 31 Agustus 2026. 

“Kita optimis terhadap cerahnya masa depan perbankan digital di Indonesia, namun tetap waspada terhadap risikonya, serta terus memperdalam dan menguatkan kolaborasi,” kata Koko. 

Dalam forum REF 2026, Bank Aladin Syariah yang dikenal sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia didaulat menjadi salah satu narasumber. Lewat paparannya yang berjudul “Menata Masa Depan Digital Banking di Indonesia: Menjawab Perkembangan, Tantangan, dan Kebutuhan Ekosistem di Era Baru”,  Koko mengungkapkan sejumlah tantangan dalam proses transisi Intelligent Banking tersebut. Mulai dari maraknya cybercrime (kejahatan siber), fraud (penipuan) & deepfake (pemalsuan digital berbasis AI), privasi data, infrastruktur teknologi, hingga isu literasi dan keberlanjutan model bisnis. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, Koko membagikan insight mengenai solusi yang telah diimplementasikan oleh Bank Aladin Syariah, yaitu dengan menggabungkan kapabilitas perbankan, AI, dan Fraud Intelligence (AI-powered e-KYC dan Fraud Detection System) guna melindungi nasabah. Hal ini dilakukan sejak proses onboarding hingga transaksi harian, serta bertransformasi dari pendekatan product-centric menjadi ecosystem-centric melalui model Open Banking. 

“Masa depan perbankan digital membutuhkan solusi yang melampaui batas institusi, di mana kolaborasi erat antara regulator dan industri menjadi kunci utama agar inovasi dan regulasi terus berkembang secara beriringan. Di sinilah pentingnya peran untuk mengorkestrasi industri yang terus berinovasi, regulator yang menciptakan ruang aman dan terpercaya, serta nasabah yang memegang kendali atas datanya demi membangun ekosistem perbankan berbasis AI yang terpercaya dan berfokus pada nasabah,” ujar Koko.

Kolaborasi lintas sektor ini, jelas Koko, diperlukan untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang aman dari ancaman cybercrime dan fraud, menjamin privasi data nasabah, serta memperluas jangkauan inklusi keuangan hingga ke seluruh pelosok daerah secara aman dan terpercaya.

Digitalisasi jadi pilar utama

Dengan mengusung tema utama “Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi”, forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan melalui penguatan ekosistem digital. 

Dalam forum tersebut, topik “Prospek Perekonomian dan Akselerasi Digitalisasi Sistem Pembayaran” dibedah secara mendalam sebagai dua fondasi krusial bagi ketahanan ekonomi daerah. Integrasi sistem pembayaran berbasis digital dinilai bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pilar utama dalam menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan inklusi finansial, serta mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau secara menyeluruh di tengah dinamika global dan nasional.

Landasan ekosistem digital yang kuat ini pun selaras dengan capaian kinerja positif dan solid yang terus ditunjukkan oleh Bank Aladin Syariah. Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun, serta melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa pendekatan perbankan digital berbasis syariah dan berfokus pada kekuatan ekosistem mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat, berdaya saing, dan dipercaya oleh masyarakat luas.