Penghargaan Outstanding Digital Islamic Banking Performance 2026 dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjadi pengakuan atas konsistensi Bank Aladin Syariah dalam mencatatkan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat ekosistem layanan perbankan syariah digital.
Jakarta, 7 Juli 2026 – Kinerja positif PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) terus mendapat apresiasi dari banyak pihak. Yang teranyar adalah penghargaan bergengsi Outstanding Digital Islamic Banking Performance 2026 dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026.
Perhargaan tahunan tersebut diinisiasi oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerjasama dengan CNN Indonesia dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para penggerak ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Selain menjadi bentuk apresiasi, ajang ini juga menjadi benchmark nasional untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
“Kami memaknai penghargaan Outstanding Digital Islamic Banking Performance 2026 sebagai kepercayaan untuk terus menghadirkan layanan yang memberi nilai tambah bagi masyarakat. Fokus kami adalah membangun ekosistem yang membuat layanan keuangan syariah semakin mudah dijangkau, semakin relevan dengan aktivitas sehari-hari, dan semakin mampu mendampingi masyarakat dalam setiap tahap perjalanan finansialnya,” ujar Direktur Digital Banking Bank Aladin Syariah, Arief Satrio Putra, seusai menerima penghargaan di Jakarta, Senin (6/7).

Sebelumnya, Bank Aladin Syariah telah dinobatkan sebagai Indonesia Best Bank 2026 for Strengthening Constructive Synergy to Provide Comprehensive Financial Solutions pada kategori KBMI 1–Bank Digital. Apresiasi itu diberikan dalam ajang Indonesia Best Bank Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi pada 30 Juni 2026.
Apresiasi juga datang dari masyarakat, lewat penghargaan The Best Sharia Digital Banking dalam kategori Reader’s Choice pada Anugerah Syariah Republika (ASR) 2026. Penghargaan itu didapat dari hasil polling 27.414 suara masyarakat di website dan media sosial Republika.
Penghargaan sebagai Digital Syariah Bank Category juga didapat Bank Aladin Syariah dalam ajang 7th Indonesia Top Bank Awards 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics.
Sedangkan, dalam ajang 15th Infobank-Isentia Digital Brand Appreciation 2026, Bank Aladin Syariah menyabet predikat The Best Deposito Sharia Bank 2026 – KBMI 1 untuk kategori Ala Deposito.
Perkuat Inklusi Keuangan
Dari sisi kinerja, hingga Kuartal I 2026, Bank Aladin Syariah sukses membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun, serta jumlah nasabah aktif yang tumbuh 30,17% secara year-on-year.
Sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia, Bank Aladin Syariah akan terus memperkuat kolaborasi lintas ekosistem, mengembangkan inovasi layanan berbasis digital, dan menghadirkan solusi keuangan syariah yang semakin inklusif untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan formal.
Ke depan, model bisnis berbasis ekosistem melalui strategi offline-to-online (O2O) masih menjadi andalan. Perseroan akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, mulai dari institusi keuangan, pelaku industri, organisasi kemasyarakatan, hingga jaringan ritel modern untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Strategi tersebut tidak hanya mendorong perluasan akses layanan keuangan syariah, tetapi juga mendukung penguatan inklusi keuangan melalui layanan digital yang terintegrasi dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah.
Transformasi perbankan global
Komitmen Bank Aladin Syariah dalam membangun ekosistem digital juga sejalan dengan arah transformasi industri perbankan global. Dalam laporan Global Banking Annual Review 2026: Precision with Speed, McKinsey & Company menyebutkan bahwa periode 2026–2030 akan menjadi fase penting bagi bank digital untuk memasuki tahap pertumbuhan yang ditopang oleh pengembangan ekosistem layanan, monetisasi yang semakin matang, serta pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).
Laporan tersebut juga menilai bahwa keberhasilan bank digital ke depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadirkan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya membangun kolaborasi strategis dan menghadirkan layanan yang relevan bagi berbagai kebutuhan nasabah.

Menurut Direktur Digital Banking Bank Aladin Syariah, Arief Satrio Putra, tren yang disampaikan McKinsey sejalan dengan arah transformasi yang tengah dijalankan Bank Aladin Syariah.
“Teknologi memberi peluang untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui inovasi dan kolaborasi, kami ingin memperluas akses sekaligus menghadirkan pengalaman yang sederhana, personal, dan bermakna bagi setiap nasabah,” kata Arief.




