Pada era digital saat ini, tindakan penipuan tidak lagi dilakukan dengan teknik yang sederhana. Pelaku terus mengembangkan modus baru dengan memanfaatkan teknologi, berbagai kanal komunikasi, serta kelemahan psikologis calon korban. Semakin kita memahami cara kerja mereka, semakin besar peluang kita untuk terhindar dari penipuan.
Â
Berikut ini tren modus penipuan yang sedang marak dan wajib kita waspadai:
Social Engineering (remote access)
Pelaku meminta korban untuk melakukan share screen atau mengunduh aplikasi jarak jauh untuk menguras rekening.Â
QRIS PalsuÂ
Pembayaran dialihkan ke rekening pelaku melalui kode QR palsu di merchant.Â
Recovery scamÂ
Penipuan lanjutan yang menjanjikan pengembalian dana korban dengan meminta biaya tertentu.
File APK Berkedok Undangan/Tagihan Palsu
Mengirimkan file aplikasi mencurigakan (biasanya berakhiran .apk) melalui aplikasi pesan yang dapat meretas data perbankan atau bahkan membuat tagihan palsu untuk mengelabui korban.
Penawaran Kerja
Menawarkan pekerjaan berupa beberapa tugas dan di imingi akan mendapat komisi setelah menyelesaikan tugas tersebut dengan cara top up atau melakukan like konten dan lain-lain, kemudian diberikan tugas ke 2 dan seterusnya jika ingin mendapat komisi yang lebih besar namun saat sudah tertipu atau uang habis, komisi tidak dapat dicairkan.
Â
📢Himbauan
- Waspada terhadap penawaran investasi atau kegiatan yang menjanjikan tinggi, pasti dan cepat.Â
- Jangan mudah percaya pada pesan pribadi, media sosial atau tautan yang sumbernya tidak jelas.
- Jangan pernah memberikan data pribadi, OTP, PIN maupun kata sandi kepada orang lain termasuk orang terdekat.
Â
🚨Apabila menemukan indikasi penipuan atau menjadi korban penipuan, segera Laporkan !
📩Email : bantu@aladinbank.id
📞Telepon : 021 3980 9888




