Press Release

Bank Aladin Syariah Perkuat Sinergi dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah

Bank Aladin Syariah Perkuat Sinergi dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah semakin memperluas sinergi antarbank untuk mendukung pengelolaan likuiditas dan pendalaman pasar keuangan syariah.

Jakarta, 16 Oktober 2026 — PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) memperkuat langkah strategis dalam pengelolaan likuiditas melalui penandatanganan perjanjian transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SIPA). Sinergi ini dilakukan bersama Bank Syariah Indonesia, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah.

Kerja sama tersebut diumumkan dalam rangkaian ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Kehadiran skema SIPA ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat pengelolaan likuiditas dan mengembangkan aktivitas Treasury.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, bersama Treasury & Global Market Group Head BSI Kemal Aditya, Direktur OCBC Syariah Andrae Krishnawan W, dan Direktur Maybank Syariah Romy H Buchari.

Sesuai kesepakatan, nantinya transaksi SIPA Bank Aladin Syariah dengan BSI akan menggunakan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD), sedangkan transaksi dengan OCBC Syariah dan Maybank Syariah akan menggunakan Rupiah (IDR).

“Melalui kerja sama ini, Bank Aladin Syariah memperluas jaringan transaksi antarbank sekaligus menambah alternatif dalam mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari pengembangan aktivitas Treasury Perseroan untuk mendukung pengelolaan dana yang lebih fleksibel dengan tetap memperhatikan prinsip syariah, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian,” kata Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi.

Koko menegaskan bahwa penguatan kapabilitas pengelolaan likuiditas merupakan bagian penting dalam membangun bisnis perbankan yang sehat, terutama bagi bank yang terus mengembangkan layanan berbasis digital.

“Pertumbuhan perlu diiringi dengan pengelolaan likuiditas dan risiko yang prudent. Melalui kerja sama SIPA ini, kami memperluas pilihan dalam mengelola likuiditas sekaligus memperkuat sinergi dengan bank syariah lainnya. Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan perlu dibangun di atas pengelolaan bisnis yang hati-hati dan terarah, agar kami dapat terus memberikan layanan yang terbaik serta menjaga kepercayaan nasabah,” ujar Koko.

Memperkuat Fondasi 

SIPA merupakan instrumen transaksi antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Melalui kerja sama dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah, Bank Aladin Syariah memperluas jaringan mitra transaksi sekaligus membuka alternatif pengelolaan likuiditas dalam dua mata uang, yaitu Rupiah dan Dolar Amerika Serikat. Transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan para pihak, termasuk nilai, mata uang, jangka waktu, serta imbal hasil atau ujrah sesuai struktur akad dan ketentuan yang berlaku.

Kerja sama ini melanjutkan langkah Bank Aladin Syariah dalam memperluas sinergi antarbank melalui instrumen SiPA, setelah sebelumnya menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Nasional (BSN) dan BCA Syariah pada April 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat pengelolaan likuiditas yang terukur melalui pemanfaatan instrumen pasar uang syariah, guna mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami terus mengembangkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas untuk mendukung kebutuhan bisnis. Dengan demikian, pertumbuhan Bank Aladin Syariah tidak hanya berorientasi pada skala, tetapi juga pada ketahanan dan keberlanjutan bisnis serta kualitas layanan bagi nasabah,” ujar Koko.

Tumbuh Berkelanjutan

Kerja sama SIPA ini sejalan dengan tema ISEF 2026, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Kolaborasi antarbank melalui instrumen pasar uang syariah berperan dalam memperluas aktivitas transaksi dan mendukung pengelolaan likuiditas, sehingga turut memperkuat infrastruktur pasar keuangan syariah di Indonesia.

Bagi Bank Aladin Syariah, penguatan kapabilitas Treasury berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis Perseroan. Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun dan menjangkau lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Melalui pengelolaan likuiditas yang terukur dan kolaborasi strategis dengan pelaku industri, Bank Aladin Syariah berkomitmen memperkuat fondasi bisnis sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekosistem keuangan syariah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Berita Terkait Lainnya

⚠️JANGAN SAMPAI KLIK, MALAH PANIK! 😫
⚠️JANGAN SAMPAI KLIK, MALAH PANIK! 😫
15 Oct 2026
Selengkapnya
Bank Aladin Syariah Raih Penghargaan TASPEN atas Kinerja Pembayaran Pensiun Terbaik
Bank Aladin Syariah Raih Penghargaan TASPEN atas Kinerja Pembayaran Pensiun Terbaik
15 Oct 2026
Selengkapnya
Transfer itu 1 kali klik. 🚨 STOP! Jangan asal klik atau uangmu gak balik!
Transfer itu 1 kali klik. 🚨 STOP! Jangan asal klik atau uangmu gak balik!
12 Oct 2026
Selengkapnya