Jakarta, 28 Juli 2026 – PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) kembali memberangkatkan nasabah ke Tanah Suci melalui Program Umrah bagi Nasabah Ala Pensiun. Hal ini sebagai bentuk apresiasi bank atas loyalitas dan kepercayaan nasabah.
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama pertumbuhan Bank Aladin Syariah. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan yang kami capai juga dapat menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh nasabah,” ucap Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi.
Koko menjelaskan, sebanyak 15 nasabah Ala Pensiun telah diberangkatkan ke Tanah Suci pada 27 Juli dan akan kembali ke Tanah Air pada 5 Agustus 2026 mendatang. Program ini menjadi kelanjutan dari tahap pertama pada 27 Januari hingga 4 Februari 2026 lalu, bekerjasama dengan biro travel PT Umroh Madani Amanah (UMA).
Sebelum keberangkatan, seluruh jamaah telah mengikuti kegiatan manasik umrah. Koko berdoa agar seluruh peserta diberikan kesehatan, kelancaran, serta kemudahan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia, kata Koko, Bank Aladin Syariah berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem layanan syariah digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga mampu memberikan pengalaman perbankan yang lebih bermakna bagi setiap nasabah.
Program Umrah bagi Nasabah Ala Pensiun misalnya. Selain menjadi bentuk apresiasi atas loyalitas nasabah, program ini juga mencerminkan komitmen perseroan dalam membangun hubungan jangka panjang yang memberikan nilai tambah. Tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga aspek spiritual dan sosial.
Kinerja Positif Berkelanjutan
Di tahun kelima eksistensinya, Bank Aladin Syariah terus menguatkan ekosistem layanan syariah digital yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nasabah di berbagai tahap kehidupan. Hal itu sejalan dengan hasil riset Laporan Global Banking Annual Review 2026: Precision with Speed yang diterbitkan oleh McKinsey & Company, perusahaan konsultan manajemen dan strategi global.
Riset McKinsey menyatakan, perbankan global saat ini tengah bertransformasi menuju model bisnis yang lebih digital, personal, dan berbasis teknologi.
Dalam transisi ini, sebut McKinsey, bank digital memiliki peluang besar untuk memperluas pasar dan menciptakan sumber pertumbuhan baru. Dikatakan bahwa keberhasilan bank digital tidak hanya ditentukan dari inovasi teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya membangun hubungan yang kuat dan menghadirkan pengalaman yang bernilai bagi nasabah.
“Periode 2026–2030 akan menjadi fase penting bagi industri perbankan digital. Setelah bertahun-tahun berfokus pada akuisisi nasabah,” mengutip hasil riset yang dipublikasikan Mei 2026 itu.
Sejalan dengan pengembangan ekosistem syariah dan inovasi layanan digital yang dilakukan secara berkelanjutan, kinerja Bank Aladin Syariah juga menunjukkan hasil yang positif. Hingga Kuartal I/2026, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp23,3 miliar dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun serta jumlah nasabah aktif yang tumbuh 30.17% secara year-on-year.
Pencapaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah digital yang aman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan nasabah.
Ke depan, Bank Aladin Syariah akan terus menghadirkan berbagai program dan inovasi yang memberikan manfaat berkelanjutan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang inklusif dan bernilai.



